Pendidikan

Gerakan Cinta Museum, Disbudpar Gelar Lomba Tingkat SMP dan SMA

PAREPOS. CO. ID, MAJENE–Sebagai salah satu upaya dalam meningkatkan kunjungan dan menanamkan kecintaan kepada Museum Mandar Majene, yang masih merupakan sejarah peninggalan kolonial Belanja, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Majene menggelar Gerakan Cinta Museum (GCM) Senin 26 November. Acara yang dikemas dengan menggelar lomba Vokal Group dan Belajar bersama di Museum, dibagi dalam dua kategori, yaitu tingkat SMP dan tingkat SMA -SMK.

Ketua Panitia Pelaksana GCM, Muhammad Yassin Jamil, mengatakan, peserta lomba Vokal Grup untuk kategori SMP di ikuti empat Sekolah. Masing-masing diwakili tujuh orang, dengan total 28 orang peserta. Sedangkan Kategori SMA/SMK juga diikuti empat sekolah, masing-masing sekolah diwakili tujuh orang dengan total peserta 28 orang.

Sementara untuk Lomba Belajar bersama di Museum lanjut Yassin, kategori SMP di ikuti empat Sekolah, yang diwakili 10 orang untuk setiap sekolah, sehingga total peserta 40 orang. Begitupun juga untuk kategori SMA dan SMK .

Loading...

Bupati Majene, Fahmi Massiara yang turut hadir mengharapkan agar para guru didik di Sekolah dapat mengajak segenap siswa-siswinya untuk mengenal keberadaan museum Mandar. Termasuk menanamkan kecintaan dan kepedulian terhadap museum sebagai salah satu warisan budaya mandar. Ia juga mengatakan, Museum Mandar ini merupakan yang terbaik di Sulawesi Barat. Sebab, selain karena koleksi yang banyak, historical bangunan ini, merupakan peninggalan kolonial Belanda, yang dahulunya di gunakan sebagai “ Boyang To Monge’” atau rumah sakit.

” Museum Mandar Majene ini, pernah diusulkan agar menjadi Museum tingkat Provinsi, dengan pertimbangan pemerintah Provinsi Sulbar saja belum punya museum” ucapnya.

Meski demikian, secara letak Museum Mandar ini masih kurang representatif karena berada di perbukitan menuju puncak Salabose. Sehingga terasa cukup menyulitkan bagi pengujung. Apalagi jika ingin membuat event yang besar tentu membutuhkan pelataran atau area yang cukup luas.

Ditambahkan Bupati Fahnu, Gedung Museum Mandar yang menggunakan bangunan peninggalan kolonial Belanda itu dibangun sejak tahun 1908 silam yang dahulunya digunakan sebagai boyang to monge. Museum Mandar Majene menyimpan berbagai jenis koleksi, baik di masa zaman prasejarah, kolonial hingga kemerdekaan dan kurang lebih menyimpan 1.400 koleksi. (edy)

Loading...

TRENDING

To Top