Hukum dan Kriminal

Denpom Parepare Kawal 65 Adegan Reka Ulang Pembunuhan Wanita Dalam Karung di Polman

PAREPOS.CO.ID, POLMAN– Detasemen Polisi Militer (Denpom) Parepare, Rabu 6 November, menggelar rekonstruksi dengan total 65 adegan dalam kasus pembunuhan wanita dalam karung yang terjadi di Dusun Labung, Desa Ugi Baru, Kecamatan Mapilli, Kabupaten Polewali Mandar (Polman). Rekonstruksi tersebut menghadirkan tersangka Novri yang tak lain suami dari korban dan merupakan oknum anggota TNI. Korban dalam peristiwa naas dan menjadi perhatian masyarakat diketahui bernama Jayanti Mandasari.

Dalam pelaksanaan rekonstruksi tersebut, ratusan warga datang menyaksikan jalannya reka ulang yang diperagakan tersangka Novri. Sebanyak 65 adegan diperagakan pelaku, terkait cara membunuh korban di 16 Tempat Kejadian Perkara (TKP). Komandan Datasemen Polisi Militer (DanDemPom), Letkol Hermanto yang menyaksikan langsung rekonstruksi tersebut mengatakan, dalam kasus pembunuhan tersebut pihaknya telah melakukan proses hukum sudah sesuai dengan UUD. Baik dalam Hukum Pidana Kemiliteran maupun Peradilan Umum. ” Semua itu sudah melalui proses mulai dari tahap pemeriksaan, penyidikan hingga kepenyelidikan kasus,”tegasnya.

Penyidikannya telah selesai dan pemeriksaan saksi juga telah selesai, sehingga untuk memastikan kronologis pembunuhanya dan masih adanya adegan tersisah, sehingga kita turun dengan tersangka untuk melakukan rekonstruksi. “Dari rekonstruksi pembunuhan tersebut , terungkap jika tersangka melakukan pembunuhan secara spontanitas karena merasa sakit, ada kaki bekas ditendang oleh korban. Lalu tersangka emosi sehingga dicekiklah leher korban hingga meninggal lalu ditinggalkan dengan posisi terbungkus karung di pematang sawah,”ungkapnya.

Jadi jika dilihat dari tiap adegan, kata Dandempom, berdasarkan hasil rekonstruksi pembunuhan itu tidak direncanakan. “Pembunuhan ini karena pelaku emosi dan langsung melakukan pembunuhan,”jelasnya. Sedangkan motifnya karena pelaku cemburu, namun tidak bisa dibuktikan karena tidak ada saksi apalagi korbanya sudah meninggal. Atas perbuatan pelaku, dijerat Pasal 338 KUHP tentang pembunuhan dengan ancaman 15 tahun penjara dan sangsinya pastinya pemecatan.(win/ade)

TRENDING

To Top