Ekonomi

Omset Pedagang Pasar Lakessi Berkurang, Ini Penyebabnya

PAREPOS.CO.ID, PAREPARE– Proyek renovasi pasar tradisonal Lakessi, Kota Parepare berdampak pada menurunya penghasilan sejumlah pedagang. Pasalnya, proyek dengan anggaran Rp5,9 Miliar dari bantuan Kementerian Perdagangan (Kemendag) tersebut menyebabkan adanya pembongkaran sementara. Pemerintah pun telah menyediakan kerangka tempat penjualan atau pasar darurat, tinggal pedagang melengkapi pemasangan atap dengan menggunakan biaya sendiri. Pemindahan para pedagang ke lokasi ke pasar darurat telah berlangsung sebulan.

Salah satu pedagang bahan pokok beras, telur, dan beberapa rempah-rempah lainnya, Sabaria mengaku, omset dari penjualannya menurun drastis. Penjualan yang biasanya menghasilkan Rp500 ribu hingga Rp700 ribu perhari, kini seperduanya pun tidak sampai, alias menurun hingga lebih 50 persen.
Menurutnya, pembongkaran dan luasnya pasar darurat di area Lakessi membuat pelanggan tidak menemukan kios kecilnya. Ia pun berharap Pemerintah Parepare, bisa meminjamkan modal kepada pedagang kecil dengan tanpa jaminan selama relokasi ke pasar darurat.

Salah satu pelanggan, Rina mengungkapkan, dengan adanya relokasi ke pasar darurat pihaknya sulit menemukan langganannya. Jadi untuk sementara, dirinya berbelanja ke tempat lain dan terdekat. “Iya entah langganan saya pindah kemana, jadi sementara belanja dulu ditempat yang mudah dijangkau dan dekat,”kata warga Lumpue, tersebut. (ana/ade)

TRENDING

To Top